ENERGI MIKROHIDRO PEMBANGKIT LISTRIK KINCIR AIR KAKI ANGSA
BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT


Makalah

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata kuliah Bahasa Indonesia

Disusun oleh :
NAMA : WAHIDIN
NPM : 201142500075


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS TEKNIK, MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAKARTA
 2012







KATA PENGANTAR

       Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Makalah yang berjudul “Energi Mikrohidro Pembangkit Listrik Kincir Air Kaki Angsa Bagi Kehidupan Masyarakat” ditujukan untuk memenuhi  salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia, Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indraprasta PGRI, tahun akademik 2011-2012 (semester genap). 
  Penulis mengucapkan  terima kasih kepada Ibu Yulia Agustin, M.Pd. selaku dosen pengajar mata kuliah Bahasa Indonesia, yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis hingga terselesaikannya tugas makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada rekan - rekan atau pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun. Kami berharap makalah ini dapat berguna bagi para pembaca, khususnya bagi mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI dan umumnya bagi masyarakat dalam menambah wawasan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
                                                                                                                 Jakarta, 3 Juli 2012
                                                                                                                  Hormat penulis,
                              
                                                                                                                  
               
                                                                                                                     WAHIDIN
                                                                                                          ( NPM : 201142500075 )
                                                                                                                                                                                                               





DAFTAR ISI
Kata pengantar .............................................................................................................
Daftar isi .......................................................................................................................
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah.....................................................................................
B. Identifikasi masalah ...........................................................................................
C. Maksud dan tujuan ............................................................................................
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengertian energi mikrohidro ............................................................................
B. Prinsip kerja pembangkit listrik kincir air kaki angsa .........................................
C. Manfaat pembangkit listrik kincir air kaki angsa ...............................................
D. Hasil riset penelitian pembangkit listrik kincir air kaki angsa ............................
BAB III : PENUTUP
A. Kesimpulan ......................................................................................................
B. Kritik dan saran ................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................












BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
    Energi mikrohidro atau yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air (fluida) sebagai tenaga penggeraknya seperti : saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan dan jumlah debit air. 
Energi sangat diperlukan manusia untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Dari tahun ke tahun, produk elektronik dan kendaraan bermesin semakin banyak sehingga menyebabkan  kelangkaan kebutuhan energi yang berkelanjutan. Selain itu harga minyak dunia mulai naik dan menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok serta kemiskinan semakin banyak. 
Sebagian besar penduduk di dunia menggunakan bahan bakar dari fosil yang terdapat di dalam bumi yang sifatnya tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu kita sebagai pengguna atau pemakai energi harus dapat menghemat energi yang kita perlukan dan mencari alternatif lain dari sumber daya yang ada di bumi misalnya dari air, angin, matahari dan banyak lagi sumber daya alam yang dapat diperbaharui sebagai sumber energi. Indonesia kaya akan kekayaan alam salah satunya sungai. Sungai dapat di gunakan sebagai penggerak kincir air. Selain itu kita belajar dari sistem kerja kaki angsa di saat berenang. Angsa adalah hewan yang hidup di perairan dan mempunyai kaki berselaput sehingga mempercepat pergerakan  berenang  pada saat arus sungai searah dengan angsa tersebut. Akibat gaya arus yang mendorong kakinya maka akan lebih cepat sampai ke tujuan. Dan ketika berlawanan arus kaki angsa akan menutup selaputnya untuk mengurangi hambatan gaya arus sungai. Dari permasalahan di atas penulis mengangkat judul “Energi Mikrohidro Pembangkit Listrik Kincir Air Kaki Angsa Bagi Kehidupan Masyarakat”. Penulis mengangkat judul tersebut dikarenakan bahwa energi mikrohidro yang mirip sistem kerja kaki angsa sangat membantu masyarakat dalam mengurangi krisis energi saat ini dan pembangkit listrik kincir air kaki angsa adalah karya anak bangsa yang telah di temukan pada tahun 1998 oleh Djajusman Hadi, S.Sos., M.AB dan Budiharto, S.Pd serta di hak patenkan.

B. Identifikasi masalah
        Dari latar belakang diatas, penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1. Sesuaikah energi mikrohidro sebagai alternatif penghematan energi di indonesia ?
2. Bagaimana cara indonesia yang kaya alam ini dapat di memanfaatkan sumber daya terutama air ?
3. Apakah solusi pembangkit listrik kincir air kaki angsa dapat di gunakan di pedesaan atau di tempat yang terpencil, serta bagaimana cara pembuatannnya ?
4. Apakah sistem kincir air kaki angsa sesuai atau di terapkan lebih baik dan menghasilkan energi yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari ?

C. Maksud dan tujuan
1. Maksud
        Maksud pembuatan makalah yang berjudul “Energi Mikrohidro Pembangkit Listrik Kincir Air Kaki Angsa Bagi Kehidupan Masyarakat” adalah sebagai tugas makalah mata kuliah Bahasa Indonesia serta sebagai motivasi mahasiswa untuk  berkembang dalam menangani permasalah sumber daya energi dan perkembangan teknologi.

2. Tujuan
         Adapun tujuan makalah ini adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dalam rasa syukur kita akan adanya sumber daya alam yang telah Allah SWT. berikan kepada kita semua.
b. Menambahkan mahasiswa untuk disiplin ilmu untuk perkembangan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya.
c. Mendidik mahasiswa terampil dalam mengelola sumber daya alam yang ada untuk kepentingan masyarakat umum.
d. Melatih mahasiswa dalam membuat laporan makalah baik penelitian maupun survei agar lebih sistematis dan terarah.







BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian energi mikrohidro
        Mikrohidro merupakan energi alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi krisis kelangkaan energi dari fosil dengan menggantinya dengan energi dari sumber daya air.
Mikrohidro atau yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti : saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan dan jumlah debit air. Mikrohidro merupakan sebuah istilah yang terdiri dari kata mikro yang berarti kecil dan hidro yang berarti air. Secara teknis, mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sebagai sumber energi), turbin dan generator. Mikrohidro mendapatkan energi dari aliran air yang memiliki perbedaan ketinggian tertentu. Pada dasarnya, mikrohidro memanfaatkan energi potensial jatuhan air.  Semakin tinggi jatuhan air maka semakin besar energi potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik. Di samping faktor geografis (tata letak sungai), tinggi jatuhan air dapat pula diperoleh dengan membendung aliran air sehingga permukaan air menjadi tinggi. Air dialirkan melalui sebuah pipa pesat kedalam rumah pembangkit yang pada umumnya dibagun di bagian tepisungai untuk menggerakkan turbin atau kincir air mikrohidro. Energi mekanik yang berasal dari putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator. Mikrohidro bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak terlalu besar, misalnya dengan ketinggian air  2,5 meter dapat dihasilkan listrik 400 watt. Relatif kecilnya energi yang dihasilkan mikrohidro dibandingkan dengan PLTA skala besar, berimplikasi pada relatif sederhananya peralatan serta kecilnya areal yang diperlukan guna instalasi dan pengoperasian mikrohidro. Hal tersebut merupakan salah satu keunggulan mikrohidro, yakni tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Perbedaan antara Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan mikrohidro terutama pada besarnya tenaga listrik yang dihasilkan, PLTA dibawah ukuran 200 KW digolongkan sebagai mikrohidro. Dengan demikian, sistem pembangkit mikrohidro cocok untuk menjangkau ketersediaan jaringan energi listrik di daerah-daerah terpencil dan pedesaan.  
Beberapa komponen yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro baik komponen utama maupun bangunan penunjang antara lain :
1. Dam/Bendungan Pengalih (intake). Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan air melalui sebuah pembuka di bagian sisi sungaike dalam sebuah bak pengendap.
2. Bak Pengendap (Settling Basin). Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir.
3. Saluran Pembawa (Headrace). Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan.
4. Bak penenang (Forebay). Bak penenang berada di ujung saluran pembawa yang berfungsi untuk mecegah turbulensi air sebelum diterjunkan melalui pipa pesat
5. Pipa Pesat (Penstock). Penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah ke sebuah roda air, dikenal sebagai sebuah turbin.
6. Turbin. Turbin berfungsi untuk mengkonversi energi aliran air menjadi energi putaran mekanis.[rujukan?]
7. Pipa Hisap, (draft tube). Pipa hisap berfungsi untuk menghisap air, mengembalikan tekanan aliran yang masih tinggi ke tekananatmosfer.
8. Generator. Generator berfungsi untuk menghasilkan listrik dari putaran mekanis.
9. Panel kontrol. Panel kontrol berfungsi untuk menstabilkan tegangan.
10. Pengalih Beban (Ballast load). Pengalih beban berfungsi sebagai beban sekunder (dummy) ketika beban konsumen mengalami penurunan. Kinerja pengalih beban ini diatur oleh panel kontrol.
11. Penggunaan beberapa komponen disesuaikan dengan tempat instalasi (kondisi geografis, baik potensi aliran air serta ketinggian tempat) serta budaya masyarakat. Sehingga terdapat kemungkinan terjadi perbedaan desain mikrohidro serta komponen yang digunakan antara satu daerah dengan daerah yang lain. ( http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/5745-mobil-hybrid-solusi-penghematan-energi-sektor-transportasi.html )
Mikrohidro adalah salah satu yang menggunakan penggerak dari fluida (suatu zat yang dapat mengalir). ( Halliday Resnick. 1994. Fisika jilid 1 (terjemahan). Jakarta : Erlangga  hlm. 553)
Adapun ciri-ciri umum dari aliran fluida adalah sebagai berikut :
1. Aliran fluida dapat merupakan aliran tunak (steady) atau tak tunak (non steady).
2. Aliran fluida dapat merupakan aliran berolak (rotational) atau aliran tak berolak (irrotational).
3. Aliran fluida dapat termampatkan (compressible) atau tak termampatkan (incompressible).
4. Aliran fluida dapat merupakan aliran kental (viscous) atau tak kental (nonviscous).

B. Prinsip kerja pembangkit listrik kincir air kaki angsa
       Salah satu jenis mikrohidro yang ada di indonesia adalah pembangkit listrik kincir air kaki angsa. Prinsip kerja kincir kaki angsa ini didasari oleh cara kerja kaki angsa pada waktu berenang. Kalau kita perhatikan secara seksama angsa berenang dapat bergerak maju ini disebabkan susunan selaput kaki angsa yang dapat membuka dan menutup, jika kaki angsa bergerak ke depan maka susunan selaput kaki menutup sehingga gaya tekanan air yang menghambat kaki angsa kecil dan bila kaki angsa bergerak ke belakang selaput kaki angsa membuka dan gaya tekan yang mengenai kaki angsa besar hingga dapat mendorong badan angsa maju ke depan. Gerakan kaki angsa maju mundur pada waktu berenang sebenarnya terjadi dua gaya yang bekerja pada kaki angsa yang berlawanan arah diubah menjadi satu arah dengan cara membuka dan menutup selaput kaki angsa.
  


Kalau kita perhatikan pada gambar di atas, dapat dideskripsikan bahwa dua kaki angsa tersebut bergerak berlawanan, satu kaki mengayun ke depan satu kaki lainnya mengayun ke belakang. Kaki angsa yang mengayun ke belakang selaput kaki membuka sehingga dapat menghadang air dan menimbulkan gaya dorongan ke depan, sedangkan kaki angsa ke depan selaput kaki dilipat sehingga dapat hambatan yang kecil tidak menimbulkan dorongan ke belakang dari gerakan ini dapat kita simpulkan bahwa: 
"dua gaya yang bekerja pada satu garis lurus dan berlawanan arah dapat diubah menjadi satu gaya dengan cara membuat perbedaan besar gaya tersebut."

Bila sebilah lembaran besi baja atau terbuat dari papan kayu dimasukkan di dalam air sungai yang mengalir diberi as/poros di tengah papan tersebut maka papan tersebut mendapat gaya dorong dari depan baik papan yang ada di bawah poros maupun yang di atas poros mendapat gaya yang sama besar, dalam keadaan demikian papan tidak dapat berputar atau bergerak karena gaya dorong ke belakang yang diterima papan di bawah poros mengungkit ke depan di atas poros, sedangkan papan atas poros juga mendapat gaya dari depan maka terjadilah tabrakan dua gaya yang berlawanan arah sama besar. Untuk mendapatkan gerakan berputar seperti yang diinginkan gaya yang didapat dua bagian papan tersebut harus dibuat berbeda dengan cara melipat salah satu bagian papan tersebut.

Desain/bentuk kincir ini (Kincir Kaki Angsa) hampir sama dengan kincir air yang dipergunakan petani untuk mengairi sawah. Hanya ada beberapa bagian yang dirubah disesuaikan dengan kebutuhan. 
Berdasarkan pengalaman di atas, kincir kaki angsa ini dirancang lebih pendek dan lebih panjang dan seluruh badan kincir kaki angsa ini dirancang lebih pendek dan lebih panjang dan seluruh badan kincir di benamkan atau dipasang di dasar sungai sehingga tidak terpengaruh dengan pasang surut air sungai maka bentuk kincir ini dirancang khusus agar dapat berputar di dalam air
Bagian- bagian kincir air kaki angsa adalah sebagai berikut :

Sirip Kincir (Sudu)

Sudu kincir merupakan bagian kincir yang penting, berfungsi untuk menghimpun gaya dorong yang ditimbulkan oleh arus sungai yang datang dari depan. Sudu ini akan mengatur besar kecilnya gaya yang diperlukan untuk memutar kincir. Pada prinsipnya  cara  kerja  sudu  kincir  mirip  cara  kerja  katup.  Jika  gaya  dorong  di butuhkan untuk memutar kincir maka daun-daun sudu harus menutup, jika tidak diperlukan akan dibuka sehingga arus air dapat menerobos melewati daun-daun pintu yang terbuka dan memperkecil gaya dorong arus air. Secara lebih jelas ditunjukkan oleh Gambar 2 dan 3.



Gambar 2. Sudu tampak depan




Gambar 3. Sudu tampak samping


Pada Gambar 2 jika diperhatikan satu baling-baling terdiri dari sederetan sudu . Sudu-sudu dapat membuka menutup dan dipasang pada satu batang pipa yang di tengahnya dipasang poros sebagai  tempat kedudukan sudu-sudu tersebut. Satu batang pipa (sebagai kerangaka baling-baling) dipasang sederetan sudu yang ada di atas poros dan di bawah poros. Sudu-sudu yang ada di bawah dipasang posisi menutup   sehingga   akan   membendung   arus   air   sungai   dari   depan   yang menyebabkan sederetan sudu tersebut akan mendapat gaya dorong yang besar, sedangkan deretan sudu di atas poros dipasang dalam posisi membuka maka arus air akan dapat menerobos sederetan sudu tersebut dan tidak akan menimbulkan gaya dorong ke belakang.

Perbedaan gaya dorong ini yang menimbulkan sudu di bagian bawah akan terseret arus air ke belakang. Karena kedudukan dua deretan sudu terletak pada satu batang poros, maka pergeseran sudu di bawah poros akan mendorong ke depan sudu diatas poros dan berbalik posisi. Sederetan sudu yang berada diposisi atas akan berganti di bawah kumudian diterpa arus air dari depan dan akhirnya menutup. Pergerakan sudu ini yang menyebabkan kincir air bergerak berputar mengikuti arus air sungai. Agar pergerakan putaran kincir tidak tersendat, maka kincir harus dipasang sudu lebih banyak.

Pada Gambar 3, jika diperhatikan arah anak panah yang mewakili arus sungai, maka akan tampak bahwa sudu di bawah poros dalam posisi menutup menghalangi arus air sedangkan sudu bagian atas pada posisi membuka sehingga arus air dapat menerobos masuk tanpa menimbulkan gaya dorong ke belakang. Perbedaan gaya dorong inilah yang menyebabkan kincir dapat berputar di dalam air.

Sudu-sudu berfungsi untuk mengatur tekanan arus air sungai agar dapat memutar kincir. Sudu-sudu terdiri dari sederetan daun-daun pintu. Daun-daun pintu dapat membuka dan menutup secara otomatis. Membuka dan menutup daun pintu ini dikendalikan  dengan  alat  yang  disebut  taji-taji,  sehingga  kincir  bisa  bergerak memutar secara stabil. Gerakan kincir rnenimbulkan energi putar yang diteruskan ke poros, kemudian diteruskan ke transmisi percepatan dan akhirnya untuk memutar generator pembangkit listrik.

Taji-taji Daun Pintu Sirip (Sudu)

Taji-taji adalah alat untuk mengatur menutup sudu-sudu sesuai dengan yang diinginkan. Ketepatan membuka dan menutup sudu-sudu akan menentukan perolehan gaya untuk memutar kincir, jika membuka dan menutupnya daun-daun pintu tidak tepat baling-baling tidak dapat mengerakan kincir. Gambaran lebih jelasnya ditunjukkan oleh Gambar 4.



Desain Kincir Kaki Angsa ini dirancang lebih pendek dan seluruh badan kincir di benamkan  atau  dipasang  di  dasar  sungai  sehingga  tidak  terpengaruh  dengan pasang surut air sungai, kincir ini dirancang khusus agar dapat berputar di dalam air meskipun pada aliran rata. Kincir ini akan dapat menghasilkan energi listrik dengan daya sebesar 100 s/d 10.000 Watt per Unit.(Sumber tulisan: Djajusman Hadi)



C. Manfaat energi mikrohidro pembangkit listrik kincir air kaki angsa
Beberapa manfaat yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga listrik mikrohidro kincir air kaki angsa adalah sebagai berikut :
1. Dibandingkan dengan pembangkit listrik jenis yang lain, PLTMH ini cukup murah karena menggunakan energi alam.
2. Memiliki konstruksi yang sederhana dan dapat dioperasikan di daerah terpencil dengan tenaga terampil penduduk daerah setempat dengan sedikit latihan.
3. Tidak menimbulkan pencemaran.
4. Dapat dipadukan dengan program lainnya seperti irigasi dan perikanan.
5. Dapat mendorong masyarakat agar dapat menjaga kelestarian hutan sehingga ketersediaan air terjamin.
6. Untuk memperoleh sumber energi yang murah dan tidak dapat habis.
7. Untuk memperoleh energi yang ramah lingkungan.
8. Untuk mencari alternatif pengganti energi minyak dan gas.
9. Untuk mengembangkan teknologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan.
10. Untuk  membantu  memecahkan  masalah  pemerataan  listrik  bagi  masyarakat pedesaan.
11. Untuk  membantu  meningkatkan  produksi  industri  di  pedesaan,  baik  industri, Pertanian, perikanan dan agro industri.
12. Untuk mengembangkan ilmu dan teknologi di Indonesia.



D. Hasil riset penelitian pembangkit listrik kincir air kaki angsa
Hasil riset atau uji coba yang dilaksanakan di Kali Anyar Kelurahan Kedung Kandang Kota Malang, alat ini secara optimal mampu mengeluarkan energi listrik dengan daya sebesar 2,5 Kwh (2500 Watt). Padahal dalam kondisi seperti itu, kincir ini sebenarnya mampu mengeluarkan listrik dengan daya 10 Kwh (10.000 Watt) untuk kebutuhan 20 - 30 warga desa. Dimensi 2 kincir ini dikopel jadi satu, dengan panjang 6 meter lebar 2 meter dengan ketinggian 2,5 meter. Kecepatan air yang diperlukan minimal 0,40 meter per detik dengan kedalaman sungai antara 40 - 100 cm.


Tabel Potensi dan Kapasitas Daya Kincir
No
Kedalaman Air
(cm)
 Kecepatan Air (m/dt)
Daya
(Kwh)
1.
40
0,6
2,5
2.
70
0,7
5
3.
90
0,8
7,5
4.
100
0,9
10





Pada gambar di atas, bagian atas poros di beri lipatan atau dapat melipat. Kalau kita perhatikan gambar 3 maka ada dua gaya bekerja pada suatu garis berlawanan arah tetapi besar gaya tidak sama sehingga arah gaya yang lebih kecil mengikuti gaya yang lebih besar.Papan bagian bawah poros mendapat gaya yang lebih besar hal ini papan di atas poros dapat melipat sehingga gaya yang diterima lebih kecil jika dibandingkan gaya yang diterima papan bagian bawah. Pada akhirnya papan di bawah poros mendapat gaya dorong ke belakang. Karena papan atas dan bawah dipasang pada suatu ruas maka pergeseran papan bawah poros ini akan mengungkit papan bagian atas ke depan. Jika papan ini dirangkai dengan 6 papan maka akan terjadi gerakan memutar.

Kincir air kaki angsa memiliki kelebihan bahwa dapat ditempatkan pada stream air yang tidak terlalu dalam dan arus air yang relative lambat, bahkan dapat bekerja pada arus air yang berlawanan (dua arah).
Kincir air kaki angsa ini merupakan terapan teknologi terpakai sangat relevan untuk komunitas yang belum terjangkau listrik, sehingga dapat sebagai alat untuk menumbuhkan perilaku mandiri pada komunitas tersebut.
Beberapa kincir air kaki angsa ini dapat dipasang & dioperasikan dalam satu jalur sepanjang aliran tertentu, untuk menghasilkan listrik. Contoh: panjang aliran 100 meter, dapat di pasang 10 kincir tersebut dengan jarak masing-masing sekitar 10 meter. 
Jumlah daya yang diciptakan oleh kincir tersebut bila kita konversikan ke batubara dengan heating value 6.800 kkal/kg, sbb: Bila kincir air kaki angsa itu beroperasi selama 1 jam dengan daya 2500 watt, hal itu setara dengan 3,15 kg batubara. Arti-nya 3,15 kg batubara tidak dibakar pada waktu tersebut (di PLTU), ini yang disebut ramah lingkungan.




BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang diambil dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mikrohidro merupakan energi alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi krisis kelangkaan energi dari fosil dengan menggantinya dengan energi dari sumber daya air.
2. Mikrohidro atau yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti : saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan dan jumlah debit air.
3. Mikrohidro adalah salah satu yang menggunakan penggerak dari fluida (suatu zat yang dapat mengalir). ( Halliday Resnick. 1994. Fisika jilid 1 (terjemahan). Jakarta : Erlangga  hlm. 553)
4. Sistem kerja pembangkit listrik kincir air kaki angsa terdapat dua gaya yang bekerja pada satu garis lurus dan berlawanan arah dapat diubah menjadi satu gaya dengan cara membuat perbedaan besar gaya tersebut.
5. Beberapa manfaat yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga listrik mikrohidro kincir air kaki angsa adalah sebagai berikut :
a. Dibandingkan dengan pembangkit listrik jenis yang lain, PLTMH ini cukup murah karena menggunakan energi alam.
b. Memiliki konstruksi yang sederhana dan dapat dioperasikan di daerah terpencil dengan tenaga terampil penduduk daerah setempat dengan sedikit latihan.
c. Tidak menimbulkan pencemaran.
d. Dapat dipadukan dengan program lainnya seperti irigasi dan perikanan.
e. Dapat mendorong masyarakat agar dapat menjaga kelestarian hutan sehingga ketersediaan air terjamin.
f. Untuk memperoleh sumber energi yang murah dan tidak dapat habis.
g. Untuk memperoleh energi yang ramah lingkungan.
h. Untuk mencari alternatif pengganti energi minyak dan gas.
i. Untuk mengembangkan teknologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan.
j. Untuk  membantu  memecahkan  masalah  pemerataan  listrik  bagi  masyarakat pedesaan.
k. Untuk  membantu  meningkatkan  produksi  industri  di  pedesaan,  baik  industri, Pertanian, perikanan dan agro industri.
l. Untuk mengembangkan ilmu dan teknologi di Indonesia.
6. Hasil riset membuktikan bahwa energi yang di hasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi untuk masyarakat.

B. Kritik dan saran
Adapun kritik dan saran dari penulis yaitu sebagai berikut :
1. Meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Akan nikmat dan karunia yang diberikan kepada kita semua.
2. Dengan sumber daya alam yang melimpah ini kita dapat memanfaatkan dengan baik dan tepat guna serta pemeliharaan lingkungan agar terjaga dan pelihara dengan baik. 
3. Penghematan penggunaan energi dapat dilaksanakan sedini mungkin dan mengajarkan kepada anak-anak untuk belajar menghemat energi. 
4. Mahasiswa berusaha dan mampu menemukan ide-ide pengembangan ilmu dan teknologi untuk kepentingan masyarakat.




DAFTAR PUSTAKA
Buku
Halliday Resnick. 1994. Fisika jilid 1 (terjemahan). Jakarta : Erlangga
Koran
Koran kota. 2012. Energi Terbarukan Pembangkit Listrik Kincir Air kaki Angsa . Jakarta 
Internet
http://komunikasi.um.ac.id
kakiangsa.wordpress.com/2008/05/09/rancangan/ (9 Mei 2008)
malangraya.web.id › Kota Malang (20 November 2008 )


Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top